RSS

BATU KECIL MEMBUAT KITA MENENGADAH KEPADA ALLAH



Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak dapat mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan orang tsb. Orang itu berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu kecil itu tepat mengenai kepala orang itu, dan karena merasa sakit, orang itu menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesan pentingnya.

Allah kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Allah melimpahi kita dengan rahmat (seperti uang logam), tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Allah sering menjatuhkan "batu kecil" (cobaan) kepada kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SAY "End For VD"!



By. Suci Rahmadini

Duduk-duduk terus di kantor, ternyata membosankan juga. Setelah baca-baca artikel, blog, novel, sms-an,  semua altivitas sudah dilakukan, tapi tetap saja merasa bosan. Galau gak ada kerjaan, haha….

Sepertinya sudah mengalami kebosenan tingkat tinggi.  O iya, jadi ingat kalau udah lama gak urusin blog, aha. J Rada bingung juga sich, mau coret-coret tentang apa.

Mikir-mikir dulu, btw, sekarang kan udah bulan Februari. Bertepatan tanggal 14 Februari banyak kalangan muda yang latah merayakan Valentine’s Day. Biasanya lagi marak-maraknya tentang cinta, kasih sayang, dan berbau romantisan gtu dech. Dan seolah-olah hari kasih sayang itu Cuma satu hari doank, ckckck.  Waktu jalan-jalan ke Botani Square Bogor, aku lihat banyak stock coklat yang sudah dirangkai, beuh kayak bunga aja :p. Pokok e serba pink deuh. Memang sudah dipersiapkan untuk perayaan V-Days nich. Aku jadi mikirin “sesuatu”, tiiiing ntar dech di paragraph selanjutnya diceritain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senyuman Pelipur Hati

Aku akan sedikit bercerita tentang ibu. Rasanya tak ada bosan kalau membahas tentang beliau. Ibu selalu mensupport apa yang mau aku kerjakan. Ibu berusaha memenuhi setiap pintaku. Ibu selalu membawaku kemana pun beliau pergi.

Masih berbekas dalam ingatanku, ketika kecil setiap mau tidur, aku diajari untuk baca doa-doa pendek oleh beliau. Diajari ilmu kehidupan, apa artinya kehidupan, pengorbanan, kasih sayang, dan cinta. Yah, Ibu memang guru pertama. Ibu tak pernah lelah dan bosan mendengarkan celotehan “dini kecil”, yang selalu ingin tau. Walaupun lelah, setelah seharian berjalan meminta kredit pada pelanggan. Terkadang aku sering dibawa oleh Ibu. Sambil menenteng 2 tas yang berisi pakaian anak-anak, kain sarung, dan perlengkapan bayi. Yah, dengan itulah kami memenuhi kebutuhan hidup.

Umur 5 tahun, aku pun pindah ke Bayua, Maninjau. Di sana aku sekolah TK. Tiap pagi subuh, dinginnya air terasa sejuk dibadan, sambil mendengarkan alunan suara merdunya adzan. Pagi-pagi subuh kita sudah mulai mempersiapkan diri, dengan diterangi oleh lampu semprong atau “lampu togok” bahasa minangnya, karena memang belum ada cahaya listrik yang menerangi rumah kami. Setelah semuanya mandi, ibu mempersiapkan sarapan dengan ditemani teh hangat dan pisang goring, terkadang dengan “roti gabin”. Suatu ketika kami sarapan pagi, langit masih enggan untuk bersinar, “dila kecil” adekku yang hanya berjarak satu tahun mengambil makanan, dan tanpa sadar pipi halusnya mengenai kaca semprong yang panas. Huuuhhh, Dila hanya meringis kesakitan, ketika kita bertanya “iya, de’a? kanai semprong lampu? Ya Allah.. ” (Iya, kenapa? Kena semprog lampu? Ya Allah). Ketika kita semua sadar, awalnya Dila hanya diam menahan sakit, akhirnya pecah juga tangisannya di pagi yang sejuk itu. Cepat tanggap ibu mengambil pepsodent untuk mengobati pipinya, dengan penuh kasih sayang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Politik Ekonomi Islam: Jawaban Pengelolaan SDA Indonesia Menuju Kesejahteraan Masyarakat

By. Dian Putri Wulandari

Sejumlah survei yang dilakukan pada tahun 2011 lalu mengemukakan adanya peningkatan nilai kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Majalah Forbes misalnya pada November lalu merilis 40 daftar orang terkaya di Indonesia dengan akumulasi kekayaan US$ 85,1 miliar. Angka tersebut naik 16% dari tahun sebelumnya. Dengan kata lain, nilai kekayaan mereka setara dengan 11 persen total PDB Indonesia yang tahun ini diperkirakan mencapai US$752 miliar. Hebatnya, tiga orang terkaya dari daftar tersebut tersebut memiliki total kekayaan US$32,5 miliar.

Sementara itu, Nomura, lembaga riset yang berbasis di Jepang, dalam laporannya Indonesia: Building Momentum, menyebutkan jumlah kelas menengah (middle class) Indonesia dengan pendapatan US$3.000 pertahun naik drastis dari 1,6  juta orang pada 2004 menjadi 50 juta pada tahun 2009. Peningkatan tersebut seiring dengan naiknya harga komoditas di pasar internasional. Berbagai laporan lembaga lainnya juga memiliki kesimpulan yang sama bahwa jumlah orang kaya di Indonesia beserta asetnya semakin tinggi.

Namun di sisi lain, tragisnya angka kemiskinan di negeri ini masih sangat tinggi. Menurut BPS penduduk miskin Indonesia tahun 2011, dengan pengeluaran kurang dari 230 ribu, mencapai 30 juta jiwa. Jika ditambahkan dengan penduduk ‘hampir miskin’ yang pengeluarannya antara Rp 233-280 ribu, jumlahnya meningkat menjadi 57 juta orang atau 24% dari total penduduk Indonesia. Jumlah itu membengkak jika menggunakan standar kemiskinan internasional yakni kurang dari US$2 perhari. Menurut laporan Bank Dunia, pada tahun 2009, sebanyak 50,7%  atau lebih dari separuh dari penduduk negeri ini masih dalam kategori miskin (World Bank, World Development Indicators 2011).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

~~ Toursenol Al-Ghuraba ~~


                                                                                                                                      by: Suci Rahmadini
                  
Bunga Matahari
Sang "tournesol" yang menghadap pada cahaya
Tak mau memandang ke arah yang gelap
Tak pelak selalu menginginkan sinar kebangkitan

Ditengah asap gunung yang mengepul
Kau tetap berdiri kokoh
Ditengah semua yang layu
Kau tetap berdiri dengan indah
Tanpa terasa panas dan gersang

"Kau lah ghuroba"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS