RSS
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Antara Masyarakat dan Mahasiswa : Khilafah di Depan Mata


Pagi ini ketika aku mau mengerjakan tugas kuliah, sambil FB-an. Aku melihat sebuah status yang dibuat oleh saudara Muhammad Arif Effendi, membuat air mataku menetes haru. Ini salah satu syabab HTI di Surabaya, yang telah mengadakan melaksanakan MK Surabaya kemaren, bertepatan 26 Mei 2013.

Hanya ingin berbagi cerita,
ketika puluhan ribu peserta sudah mendatangi gelora 10 Nopember, ditengah-tengah kesibukan mengatur arus peserta, sepasang suami istri mendatangi saya dengan wajah semangat untuk ikut diijinkan masuk ke dalam GOR 10 Nopember, setelah saya jelaskan bahwa yang boleh masuk ke dalam gor hanya yang sebelumnya sudah medapatkan tiket dari panitia, tampak dari pasangan terseburaut wajah yang kecewa sekali, bahkan sang ibu memelas dan menangis kepada saya untuk diikutkan kedalam acara MK. saya tidak tega dan akhirnya mencari mas'ul saya untuk membicarakan masalah tersebut, dan dalam proses tersebut terjadi banyak hal-hal yang luar biasa terjadi. karena saya menemui banyak ibu-ibu dan bapak-bapak dengan berbagai alasan yang berbeda mencoba ingin masuk dan ingin tahu apa itu Khilafah, dan mereka semua belum memiliki tiket.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bersenang-senanglah Dalam Dakwah


Letih, lelah,
Semua pasti pernah merasakannya. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalami hal ini. Ini adalah hal yang wajar, lumrah dialami oleh setiap individu. Tapi yang membuatnya berbeda adalah aktivitas yang kita lakukan. Yah, tapi aku sangat menikmati lelah ini. Banyak aktivitas yang harus dikaji ulang, menata kembali agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ditata kembali dari agenda yang paling kecil hingga yang besar. Dari agenda individu sampai agenda dakwah.

Lelah, penat,
Kata-kata ini pasti dialami oleh semua. Ketika capek, kita membutuhkan waktu untuk istirahat. Kita butuh tubuh ini untuk diistirahatkan. Memberikan haknya karna salah satu hajatul udhowiyah. Jangan sampai menzaliminya. Ketika lelah, kita butuh istirahat. Yah istirahatlah karna ketika kita sakit, maka tidak akan bisa melakukan agenda-agenda kita apalagi bisa sampai melalaikan yang wajib. Ketika sudah mengusahakan untuk membagi waktu dan manajemen diri, tapi tetap saja lelah. Maka harus ada aktivitas mubah yang harus dikorbankan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KONFERENSI INTELEKTUAL MUSLIMAH UNTUK BANGSA KHILAFAH : JALAN BARU MELAHIRKAN GENERASI CEMERLANG

UNDANGAN







Generasi yang berkualitas adalah generasi yang memiliki kepribadian yang luhur. Generasi seperti ini akan menghantarkan bangsanya menjadi bangsa yang besar, kuat dan terdepan. Gambaran generasi tersebut berbeda dengan fakta yang ada saat ini. Korupsi, freesex dan tawuran adalah gambaran generasi rusak yang ada saat ini. Banyak pihak yang mengandalkan sektor pendidikan untuk menyelesaikan problematika tersebut. Akan tetapi, sektor pendidikan yang dimaksud tentu harus ditunjang dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang baik, sistem ekonomi yang kuat serta legalisasi undang-undang yang mendukung cita-cita tersebut. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wudhu di Tempat Terbuka, Bolehkah?


By. Rahma Sari M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Salam kenal uni.. Melihat statusnya barusan, mau tanya niy, bagaimana kalau kita harus wudhu di tempat umum dan terbuka. Sdgkn toiletnya kotor. Jadi mau tak mau wudhu di keran yg tempatnya terbuka. Dari sisi wudhu, kita harus membasuh muka, tangan sampai siku, mengusap rambut, telinga, yg mau tak mau hrs tersingkap sedikit bagian2 tersebut. Yg mana yg akan dipilih, menyempurnakan wudhu' atau tetap menutup aurat. Dan tolong dalilnya ya un. Trims
Jawab:
“…Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (QS. Al Baqarah: 185)
Mengenai wudhu di tempat terbuka, itu dilakukan dalam keadaan terpaksa. Dan sebenarnya Nabi SAW sudah mensyarahkan utk menyapu khimar dan melakukan khuf jika terjadi hal2 yg demikian.

Menyapu Khimar
Dalam kondisi apakah seorang wanita diperbolehkan untuk mengusap kerudungnya ketika berwudhu?
Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “(Pendapat) yang masyhur dari madzhab Imam Ahmad, bahwasanya seorang wanita mengusap kerudungnya jika menutupi hingga di bawah lehernya, karena mengusap semacam ini terdapat contoh dari sebagian istri-istri para sahabat radhiyallahu ‘anhunna. Bagaimanapun, jika hal tersebut (membuka kerudung) menyulitkan, baik karena udara yang amat dingin atau sulit untuk melepas kerudung dan memakainya lagi, maka bertoleransi dalam hal seperti ini tidaklah mengapa. Jika tidak, maka yang lebih utama adalah mengusap kepala secara langsung.” (Majmu’ Fatawawa Rasaail Ibni ‘Utsaimin (11/120), Maktabah Syamilah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS